Sunday, August 5, 2012


A.    G.A Almond dan S. Verba
Budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.
B.     Samuel Beer
Budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah
C.    Marbun
Budaya politik adalah yang mempengaruhi sikap, orientasi, dan pilihan politik seseorang.
D.    Larry
Budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai, ide-ide, sentiment dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negeri mereka dan peran masing-masing individu dalam sistem itu.
E.     Mochtar Masoed dan Colin Mac Andrews
Budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.
F.     Almond dan Powell
Budaya politik adalah suatu konsep yang terdiri dari sikap keyakinan, nilai-nilai, dan keterampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk pola kecendrungan khusus serta pola-pola kebiasaan yang terdapat pada kelompok-kelompok masyarakat.
G.    Rusadi Sumintapura
Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
H.    Alan R. Ball
Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
I.       Macridis dan Brown
Budaya politik yang diwarnai oleh kerjasama atas dasar saling percaya yang tinggi antarwarga masyarakatnya lebih mendukung demokrasi ketimbang budaya politik yang diwarnai rasa saling curiga, kebencian, dan saling tidak percaya dalam hubungan masyarakatnya.
J.      Austin Raney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama, sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.

Saturday, July 7, 2012

Oke seperti yg saya janjikan, saya akan post tentang senar dan kunci gitar. Senar adalah hal yg paling penting dalam gitar, tapi, jika senar bagus dan kita tidak bisa memainkan kuncinya, ga bakal bener kawan haha :D

Oke yg pertama adalah senar, senar ada yg baja dan nilon, untuk pemula biasanya akan sangat sulit memainkan senar baja karena keras, tapi ga ada salahnya loh pake senar baja :D Senar nilon lebih lentur dan tidak akan mudah menyakiti jari kita. Saya sarankan sebelum membeli gitar, cobalah gitar teman anda, yg memakai senar baja dan yg memakai senar nilon, kalo udah ketemu yg cocok, silahkan beli gitar dan senar yg enak dipakai oleh kalian :D Jenis senar juga berpengaruh pada suara yg dihasilkan gitar, jadi jangan salah pilih senar :D

Yang kedua adalah KUNCI GITAR, bukan kunci inggris ngahaha #AbaikanxD
Kunci adalah hal yg perlu sekali dipelajari, kalo ga bisa kuncinya, kita ga bisa memainkan sebuah lagu, malah suaranya aneh kawan :D
Oke, saya hanya akan mengajarkan kunci dasar dulu saja :D kunci dasar ada C D E F G A B
Posisi jari tangan harus benar dan harus keras menekan senar untuk menghasilkan suara yg bagus.
Mungkin sebelum menjurus ke kunci, kalian harus bisa membuat jari tangan anda menjadi keras.
Ada satu tips buat kalian yg pengen ngerasin kulit jari.
TIPS: Tekan senar 1 (senar paling bawah) Fret 1 (paling ujung) dengan jari telunjuk dan petik senarnya sampai mengeluarkan suara. Setelah itu geserkan jari ke Fret2 sampai Fret12. Jika sudah 12Fret, pindah ke senar 2 (senar diatas senar1), lakukan hal yg sama yaitu tekan Fret1 dengan jari telunjuk sampe Fret12. Jangan lupa petik senarnya. Kalo sudah selesai sampe senar yg paling atas. Ganti jarinya dengan jari tengah, mulai lagi dari awal, ganti lagi dengan jari manis dan jari kelingking. Lakukan ini sesering mungkin sampai kulit jari terkelupas.
Jari yg terkelupas adalah pertanda bahwa anda sudah siap memakai kunci gitar.

Oke sekian tips dari saya semoga bermanfaat :D
Kalo ada yg ditanyakan silahkan post di kolom komentar :D Arigatou :)
Anda punya gitar tapi tidak bisa memainkannya? Mari kita belajar dari dasar, tidak perlu bayar alias gratis!!!
Oke saya mulai dari pengenalan gitarnya :D




Gitar terdiri dari 3 bagian, Head, Neck dan Body. Head adalah bagian paling atas, tempat dimana kita menyetem gitar jika suatu saat suara gitarnya fals. Bagian kedua adalah Neck, di Neck kita bisa mengubah nada dengan mengganti kunci gitar, kuci gitar akan saya bahas di post berikutnya. Body, bagian ini adalah tempat kita memainkan senar" gitarnya.
Kita harus bisa merawat gitar, ada cara untuk merawat gitar supaya tidak cepat rusak karena akan mengakibatkan falsnya suara atau nada yg dikeluarkan. Yg paling utama adalah jangan menyimpan gitar ditempat yg lembab, karena Neck gitar bisa bengkok dan senar akan cepat putus. Cara yg kedua adalah setiap hari memainkan gitar, karena itu akan memudahkan kita mengecek keadaan gitar kita. Mungkin itu saja yg bisa saya jelaskan, kalo ada yg mau nambahin silahkan diposting di kolom komentar. Arigatou :)

Thursday, June 28, 2012

Danny Murphy - Fulham > Blackburn
Didier Drogba - Chelsea > Shanghai Shenhua
Thibaut Courtois - Chelsea > Atlético Madrid
Vedran Corluka - Tottenham > Lokomotiv Moscow
Samba Diakite - Nancy > QPR
Olivier Giroud - Montpellier > Arsenal
Jussi Jaaskelainen - Bolton > West Ham United
Nick Powell - Crewe > Manchester United
Oguzhan Özyakup - Arsenal > Beşiktaş
Dirk Kuyt - Liverpool > Fenerbahçe
Fabio Aurelio - Liverpool > Grémio
Lomana Trésor Lua Lua - Blackpool > Karabukspor
Ruud Boffin - West Ham United > Eskisehirspor

Sumber: Goal.com

Friday, May 25, 2012


SAHABAT JADI CINTA
"Kepada seluruh peserta MOPD, Hormaaaaat Gerakkk!!!" Ucap pemimpin kepada seluruh peserta Masa Orientasi Peserta Didik.
Ya, hari ini adalah hari terakhir siswa-siswi SMP menghadapi MOS dan besok adalah hari pertama mereka menggunakan celana dan rok abu-abu. Sungguh sangat menyenangkan karena masa SMA adalah masa dimana kedewasaan itu dimulai, masa dimana akan mengalami indahnya percintaan dan persahabatan.
Hari pertama dimulai, pembagian kelas dilaksanakan.
"Hai, kamu dapat kelas X berapa Tia?" tanya Reza, teman semasa orientasi siswanya.
"Hai Reza, aku dapat di X.1, kamu dimana?" ujar Tia kepada Reza yg saat itu sedang  sibuk mencari namanya.
"Kita sekelas loh Tia!" lanjut Reza tanpa memerikan kesempatan Tia untuk bertanya.
"Hai! Aku Alex dari SMP 21" aku memotong pembicaraan mereka.
"Eh ngagetin aja, aku Tia dari SMP 20" jawab Tia sambil berjabat tangan.
Dan dari sinilah pertemananku dengan Tia dimulai.
"Tia...!!!" panggilku kepada Tia yg sedang asik menjaili Reza, teman sebangkunya.
"Eh si jelek, makin jelek aja deh kamu Lex!!" jawab Tia sambil cengengesan.
"Ah becanda mulu deh, bisa ga sih sehari aja ga ngeledekin gue??" pintaku dengan muka kesal.
"Hahaha... kalau lagi kesel jadi ganteng, hihihi... Ada apa Lex?" tanya Tia
"Udah ahh, oh ya Tia, anak-anak mau liburn ke Bogor, kamu ikut ya!!" pintaku.
"Boleh, sama siapa aja?" tanya Tia sambil menarik kursi lalu mendudukinya.
"Tuh si Reza, Febrian, Nia, Dian, Nugraha, pokoknya Insya Allah anak Conten-One ikut semua" jelasku.
"Ehm, okedeh, tapi kamu jemput aku ya?" pinta Tia.
"Oke siap!!" jawabku sambil meninggalkan Tia sendirian.
Setelah pulang dari Bogor, Tia lebih banyak mengurung diri tidak seperti biasanya yg selalu membuat kelas menjadi ceria. Tidak ada protesnya yg membuat teman-temannya tertawa. Kelas menjadi sangat sepi sekali.
"Tia!!!" panggilku kepada Tia yg saat itu sedang menyenderkan kepalanya di tembok.
"Ada apa?" Jawab Tia
"Loh? yg seharusnya nanya ada apa tuh  aku, kamu yg kenapa?" tanyaku.
"Hah? Aku ga kenapa-kenapa kok, cuma pusing aja. Yaudah aku ke UKS dulu ya!!" jawab Tia sambil mendorong meja dan meninggalkanku sendirian.
Sikap Tia tidak seperti orang sakit, melainkan seperti seseorang yg sedang merasakan perasaan yg tidak menentu. Ya, Tia berubah mungkin karena perasaan hatinya yg sedang gundah.
Dilain sisi, aku kebingungan apa yg membuat Tia menjadi berubah dan menghindari diriku. Hampir 2 bulan kita tidak berkomunikasi. Aku lebih asik dengan kelompok basketku, sedangkan Tia lebih asik menyendiri. Ternyata kebisuan kitalah yg membuat kelas menjadi sepi, dan anak-anak Conten-One pun merasakan ada permasalahan diantara aku dan Tia.
Apa yg aku takutkan pun kini menjadi kenyataan, aku menyukai sahabatku sendiri, sahabat yg selalu bersamaku dalam keadaan suka maupun duka. Inilah cinta, tidak ada yg tau kapan datangnya dan kepada siapa cinta itu tertuju dan mulai saat ini cerita cinta dimulai. Hingga sekitar 3 bulan kita baru memulai percakapan kembali seperti perkenalan dulu.
Keadaan kelas sangat sepi, karena memang saat itu sedang ada lomba dan hampir sepertiga siswa kelas X.1 mengikutinya, kecuali aku dan Tia, memang kita tidak terlalu tertarik dengan kegiatan yg diadakan OSIS itu.
"Apa kabar Tia? Kita satu kelas tapi kok cuek-cuekan ya?" ujarku sambil mengagetkan Tia.
"Tumben negor" jawab Tia ketus.
"Kamu kenapa si Tia? Aku punya salah sama kamu? Kalau emang aku punya salah, oke aku minta maaf, aku seharusnya ga ngediemin kamu kaya gini" jelasku dengan suara yg bergetar.
Tia pun sepertinya mulai menyadari bahwa tingkah cueknya kepadaku itu sudah diluar batas perasaan marah kepada sahabatnya.
"Alex, maafin aku ya, aku bingung Lex, aku ga tau harus bilang apa sama kamu, aku yg salah, kamu ga punya salah apa-apa kok sama aku, akunya aja yg terlalu kekanak-kanakan" Ujar Tia hingga meneteskan air mata.
"Ssssttt... Udah Tia, ga usah nangis ya, mungkin persahabatan kita sedang diuji, kamu masih mau kan jadi sahabat aku?" aku mencoba menenangkan Tia.
Tia hanya bengong, aku tidak tau apa yg sedang dia pikirkan.
"Tia? Kok kamu malah bengong? baru juga maafan kok aku malah dicuekin lagi?" ucapku sambil membangunkan lamunan Tia.
"Siapa yg nyuekin kamu Lex? Perasaan kamu aja kali. Iya lah siapa sih yg ga mau sahabatan sama cowok jelek dan ga populer kaya kamu?" jawab Tia sambil cengengesan.
"Tia, aku kangen senyuman kamu kaya sekarang, selalu tersenyum buat aku ya!" pintaku.
"Buat kamu apa sih yg ngga? Hehehe" ujar Tia dan memeluk tubuhku.
Ternyata persahabatan mereka berlanjut hingga masuk kelas XI. Kita memasuki jurusan yg sama yaitu Ilmu Pengetahuan Alam. Karena aku ingin menjadi ahli Kimia dan Tia ingin menjadi seorang dokter.
"Tia!!!" panggilku kepada Tia.
"Apa Lex?" jawab Tia
"Sini duduk, aku mau cerita" ujarku sambil asik memakan makanan.
"Iya, kenapa sih kamu jelek?" ledek Tia.
"Udah ya becandanya, aku serius nih! Kamu kenal Tiwi ga?" tanyaku penasaran
"Tiwi anak XI IPA 2? Pacar Ramdan?" jawab Tia.
"Iya, tapi Ramdan udah bukan pacarnya, mereka kan udah putus!" jelasku.
"Hah? Kamu manggil aku cuma mau ngasih tau itu doang?" jawab Tia kesal.
"Sabar dong, aku kan belum cerita. Aku mau minta tolong sama kamu! Comblangin aku sama dia dong" pintaku.
Sambil bengong tak percaya, Tia mengiyakan permintaanku. Meskipun dia sedikit berubah, tetapi kali ini Tia lebih bersikap dewasa.
"Tia, gimana udah dapet belum nomor HPnya?" tanyaku berharap.
"Iya, udah dapet ko, kamu tenang aja, kan aku udah janji sama kamu" jawab Tia dengan muka lemas.
"Oh ya? Makasih Tia, kamu emang sahabat terbaikku, aku sayang banget sama kamu, jangan tinggalin aku ya Tia" ujarku kesenangan.
Tia kembali bengong mendengar ucapanku. Mungkin ada perkataanku yg salah.
"Hai kok bengong?" ucapku mengagetkan Tia.
"Hah? Kenapa? Aduh aku pusing banget Lex, jadi sorry aku ga connect, aku ke UKS dulu ya, nomor HPnya ambil aja di HP aku, ada di tas" jawab Tia sambil meninggalkanku.
Semakin hari semakin tidak karuan. Aku kesenangan karena Tiwi memberiku kesempatan. Sedangkan Tia yg benar-benar dirindungkan kesedihan karena melihat dan mendengarkan ceritaku tentang ceweknya yg sekarang sudah resmi pacaran. Tapi itulah Tia, seorang perempuan yg sangat menyayangi sahabatnya dan merelakan sahabatnya bahagia walaupun kebahagiaan itu bukan bersamanya.
Sehari, seminggu, sebulan. Aku dan Tiwi semakin dekat dan sulit dipisahkan. Itu membuat Tia seperti orang asing saat aku dan Tiwi sedang bersama. Tia sepertinya memutuskan untuk menjaga jarak denganku. Walau bagaimanapun aku dan Tia adalah sahabat. Dan kini aku mengurangi perhatianku kepada Tia. Jangankan untuk bisa berkunjung kerumah Tia seperti tempo hari, untuk mengajak Tia makan dikantinpun sudah tidak pernah.
Hingga pada suatu hari hampir 3 hari Tia tidak masuk sekolah, dan pada saat itu aku baru menyadari bahwa hampir 3 hari Tia tidak masuk dan tanpa memberi kabar kepadaku ataupun wali kelasnya.
Aku memutuskan untuk mengunjungi rumah Tia untuk menanyakan keadaan Tia sekaligus menemui keluarga Tia karena sudah lama tidak berkunjung. Sesampainya dirumah kenyataan berkata lain, Tia tidak ada dirumah, pergi untuk sekitar 1minggu menemui neneknya diluar kota. Aku merasa lega karena ternyata Tia tidak apa-apa.
1 minggu kemudian Tia pun masuk sekolah, aku senang karena Tia baik-baik saja, bahkan Tia sudah kembali tersenyum seperti tempo hari.
Tanpa terasa, aku dan Tiwi sudah anniversary yg ke 3 bulan, Tiwi memutuskan hubungan karena kita sudah tidak cocok. Tapi aku tidak merasakan kecewa karena diputuskan Tiwi.
"Kamu putus Lex?" tanya Tia kepadaku yg sedang mengerjakan PR di sekolah.
"Hah? Apa Tia?" ucapku yg tidak mendengar ucapan Tia karena sedang tergesa-gesa
"Kamu putus sama Tiwi??" teriak Tia dikupingku. Dan seketika itu juga anak seisi kelas langsung menengok kearah kita.
"Buset daah, kurang kenceng, sekalian aja kamu pinjem toa masjid tuh, atau ga kamu tempel pengumuman di mading" ucapku.
"Lagian kamu ga denger hahaha, emang boleh aku tempel di mading pengumuman tentang kandasnya hubungan kamu sama Tiwi, kalau boleh aku ke mading dul yah, bye!" ujar Tia meninggalkanku sam tertawa cekikikan.
"payah dah cewek satu ini" sahutku sambil membereskan buku dan mengejar Tia.
Sesampainya didepan mading, aku sama sekali tidak melihat Tia disana, malah aku melihat Tiwi yg sedang berjalan dari arah kantin bersama teman-temannya. Tiba-tiba terdengar suara perempuan tepat dikupingku yg menyanyikan sebuah lirik lagu.
"Oh mantan kekasihku, ku merindukanmu, datang, datang, padaku... Hahaha"
Aku langsung menengok dan berteriak "Tiaaaaaaaaaaa!!"
Tia langsung berlari menaiki anak tangga karena takut dimarahi olehku. Namun baru menaiki beberapa anak tangga, Tia terpeleset hinnga hampir terjatuh. Beruntung aku menangkap Tia sehingga dia tidak terjatuh.
"Makannya jadi orang jangan iseng, coba ga ada aku, jatuh enak tuh: ucapku sambil membangunkan Tia dari pelukan tubuhku.
"Udah mana berat banget nih badan, haha" lanjutku
Tia hanya bisa tersenyum karena aku mengoceh panjang lebar tanpa titik koma. Sesampainya diatas, guru yg bertugas mengajar jam pertama setelah istirahat itu sudah ada didalam kelas. Aku dan Tia dipersilahkan masuk dan duduk.
"Anak-anak, kumpulkan PR nya!" ucap Ibu Guru.
Aku baru menyadari bahwa aku belum menyelesaikan PRnya, sementara anak-anak yg lain sudah mengumpulkan PRnya kedepan, termasuk Tia. Tiba-tiba Bu Guru memanngilku.
"Alex, mana PR kamu?" Tanya bu guru dengan tegas.
"Maaf bu, saya belum mengerjakan PR" jawabku terbata-bata dan tidak berani menatap bu guru yg memanggilku.
"Apa? Belum mengerjakan? Sekarang kamu keluar dan bersihkan halaman belakang sampai jam istirahat kedua nanti" ujar bu guru.
Tanpa panjang lebar, aku langsung meninggalkan kelas dan menuju ke halaman belakang. Saat ditangga, aku dipanggil oleh suaranya sudah tidak asing bagiku.
"Aleeeeex!!! Tungguuuuu!!!"
Aku langsung menengok ke arah sumber suara.
"Kamu mau kemana Tia?" tanyaku
"Mau ikut" jawabnya polos.
"Bukannya kamu udah ngerjain ya?" tanyaku lagi.
"Udah sih, tapi bukunya ketinggalan" ucap Tia.
Tia dan akupun langsung menuju halaman belakang sekolah. Sesampainya di halaman belakang, kita langsung mengerjakan apa yg diperintahkan.
"Lex, kamu kenapa putus? kamu sekarang ga pernah cerita lagi" ucap Tia membuka pembicaraan.
"Ehmmm, bukannya aku gamau cerita ke kamu, aku gaenak aja sama kamu. Aku udah tau semuanya Tia" ujarku yg membuat Tia terdiam dan menjadi penasaran atas apa yg aku ucapkan.
"Maksud kamu Lex" tanya Tia.
"Kamu pernah suka kan sama aku? sahutku yg mengagetkan Tia.
"Dari mana kamu dapat menyimpulkan itu Lex?" Tia kebingungan.
"Aku tau, waktu aku minta tolong sama kamu buat minta nomornya Tiwi, kamu nyuruh aku buat ambil sendiri di HP kamu, dan tanpa sengaja aku buka SMS kamu sama Reza, maafin aku ya!" jawabku.
"Serapat-rapatnya bangkai disimpan pasti bakal kecium juga, ga perlu ada yg dimaafin ko Lex, kalau sekarang kamu tau yah aku ikut seneng, karena ga ada lagi yg mesti ditup-tutupin" ujar Tia dan menduduki bangku yg ada di halaman belakang.
"Tapi sayang itu bukan bangkai Tia, jujur sebelum aku kenal Tiwi, aku suka sama kamu, tapi karena sikap kamu yg dingin selama 2 bula, itu yg membuat aku yakin kalau kamu cuma anggap aku sahabat, ga lebih" sahutku dan duduk disebelah Tia. Aku langsung menatap Tia tajam-tajam.
"Dan sekarang, aku lihat pancaran itu masih ada dari mata kamu" lanjutku.
"Hampir 2 tahun aku simpan rasa ini buat kamu Lex, walau kamu lebih milih Tiwi daripada aku, rasa ini ga pernah berubah" ujar Tia membalas tatapan mataku.
"Maaf yah Tia... Kamu mau ga jadi pacar aku? Buat hari ini, besok, lusa, dan selamanya?" ucapku yg membuat Tia kaget.
"Maafin aku ya Lex" sahut Tia dengan muka yg hambar dan tanpa senyum, begitu juga aku yg merasa kecewa.
"Maafin aku, aku ga bisa nolak ajakan kamu, hehehe" ucap Tia dengan senyumannya dan akupun langsung tertawa dan memeluk Tia.
"Ga nyangka yah, kenapa ga dari dulu aja sih, hehehe" sahutku
Sekarang, aku dan Tia pun hidup bahagia, meskipun ada masalah, kita dapat menyelesaikan masalah dengan hati dan pikiran yg jernih. Semoga aku dan Tia bisa terus hidup bersama, selamanya.

~THE END~